Tunarungu hambatan dan solusinya

Empat hal yang harus dilakukan bagi orangtua

S: SERVE them with SINCERE INTEREST ( layani mereka dengan tulus hati )

Anak tunarungu lebih sensitive, mereka akan merasa, kalau kita tidak tulus, segan melayani atau tidak peduli dengan mereka. Lahir dengan gangguan pendengaran dampaknya lebih serius daripada gangguan penglihatan. Semua yang diketahui anak tunarungu karena mereka “diberi tahu” dan “diajarkan”. Dengan demikian orangtua mempunyai peran dan tanggung jawab “melayani” mereka dalam arti “memberi informasi dan pengetahuan”

A:ATTENTION with AFECTION ( Perhatian dengan afeksi )

Tuli adalah musibah yang sangat menyedihkan (the most dseperate of human calamities). Mengapa? karena mereka biasanya diabaikan. Ini sebenarnya masih untung, lebih parah lagi kalau mereka kesepian dan ditolak. Orangtua, ingat anak tunarungu pun membutuhkan CINTA dan DISIPLIN.

L:LOOK BEYOND with your SENSITIVE LISTENING SKILL and HEART

Jangan melihat kegagalan anak sebagaimana yang tertera di rapor mereka. Coba bersabar dan cari akar masalahnya, analisa kekuatan dan kelemahannya. Dari sini, orangtua bisa lebih memahami dan coba bekerjasama dengan guru dan para ahli untuk mengatasinya.

T: TOTALLY TUNE INTO THEIR LIVES.

Saya menyadari bahwa hadirnya anak tunarungu di dalam keluarga membawa perubahan besar bagi setiap anggota keluarga. Kita semua harus menata kembali kehidupan ini, juga dengan keuangan dan lain-lainnya. Tetapi, tetaplah “bertahan” ingat “pemenang  selalu melalui pengorbanan dan yang kalah selalu banyak berdalih”. (winner always make sacrifices and losers always make excuse).

Masalah yang dialami anak dengan gangguan pendengaran berat adalah :

  • memproses informasi.

Anak akan mengalami interupsi dalam proses kognitifnya, karena perhatian terhadap stimulus, penerimaan stimulus, pemprosesan informasi yang masuk dan pengekspresiannya akan terganggu, karena ketuliannya.

  • daya ingat.

Anak sulit mengingat urutan yang diberikan baik secara verbal atau visual, karena daya ingat ini tergantung pada kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif anak.

  • Berpikir logis dan abstrak.

Anak akan menunjukkan keterlambatan yang signifikan pada usia akhir Taman Kanak-Kanak, karena pengalam mereka hanya terbatas pada kemampuan sensomotorik dan proses visual spatial, tanpa pengalamn verbal. Keterbatasan bahasa akan mempengaruhi kemampuan berpikir logis, abstrak, proses berpikir tingkat tinggi dan kemampuan memecahkan masalah.

  • Prestasi akademis

Biasanya prestasi mereka lebih rendah.

  • Pemenuhan kebutuhan akan rasa aman, diterima dan dicintai, harga diri dan aktualisasi diri juga terpengaruh.

Mereka biasanya merasa rendah diri, lemah dan tidak berdaya. Perasaan terisolasi sangat terasa. Karena itu mereka biasanya mengalami masalah sosial dan emosi.

  • kematangan

Mereka merasa frustasi, kesepian, tidak berdaya dan sangat sedih. ini semua mempengaruhi tingkat kematangannya sebagai individu.

Mengatasi hambatan diatas, digunakan media teknologi dan secara konsisten membuka wawasan anak runarungu melalui “exposure” ke dunia luar. Guru juga banyak menjelaskan secara konkrit melalui komunikasi manual, gerakan dan “acting”. Membaca buku, menonton acara televisi dengan “subtitle” sangat membantu daya asosiasi dan pemahaman atr.

Memberikan pengayaan yang merangsang proses kognitifnya dengan merefleksi, menganalisa dan mengkomunikasikan kembali pengalaman atau proses yang baru dilaluinya. Mendayagunakan fungsi belahan otak kanan dengan merancang materi pengajaran melalui permainan, peragaan, menggambar, menyanyi, drama, bercerita dan berimajinasi, sedemikian rupa agar kedua belahan otak kiri dan kanan berfungsi optimal.

diambil dari buku “indah pada waktunya” Maryam Rudyanto seorang ibu tunarungu dan psikolog pendidikan

Explore posts in the same categories: habilitasi awal

8 Komentar pada “Tunarungu hambatan dan solusinya”

  1. Dion Mama Menur Berkata

    Setuju dengan apa yang harus dilakukan oleh orang tua, tetapi tidak setuju dengan masalah yang dihadapi atr.

    Sama dengan apa yang harus dilakukan orang tua, masalah yang dihadapi atr juga bisa dihadapi oleh anak normal sekalipun.

    Mari kita buktikan bahwa masalah itu tidak dialami oleh anak2 kita yang tuna rungu. SEMANGAT…!!!

    • rozarumaisho Berkata

      terimakasih buat ibu dion, semua masalah kalau di hadapi bersama akan terasa ringan. Walaupun kita tidak bisa menutup mata masih banyak atr lain yang kurang beruntung karena kurangnya dukungan dari orangtua dan lingkungan. Sampai dewasa mereka hanya menjadi orang yang kurang berguna dan tidak bisa mengambil keputusan bahkan dalam menentukan hidupnya sendiri. Harapan kita semua semakin mudah informasi didapat, tidak ada lagi atr yang mengalami hambatan dalam segala hal.

  2. davinbintang Berkata

    ummi.. aku copy paste yaaa.. artikelnya buat di blognya davin :) makasih..

  3. Refa Berkata

    tetap semangat Roza, semangat ummi

  4. eljihadi Berkata

    waah,, luar biasa..
    ingat novelnya mbak Agnes, Ayah mengapa aku berbeda?
    maaf, afeksi itu apa ya mbak??
    salam kenal yaa.. :D


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.