Sekolah Idaman

Bulan Juni dan Juli ini bulan sibuknya orang tua untuk mempersiapkan sekolah anak-anaknya. Berbagai sekolah sudah di kunjungi untuk melihat bagus tidaknya ataupun siap tidaknya sekolah menerima anak berkebutuhan khusus. Boleh dibilang sedang demamnya sekolah inklusif tapi masih kalah heboh dengan demam euro 2008. Sebagai ibu yang punya abk, keinginan untuk mendapatkan pendidikan yang layak buat Roza juga teman-teman roza. Seperti di tulis di Blognya pak Didi Tarsidi bahwa sekolah inklusi itu sekolah untuk semua, semakin membuat kami semangat 45. Dari semua sekolah yang sudah dikunjungi akhirnya seperti membuat keinginan tersendiri tentang kriteria sekolah ideal.

Untuk Sekolah Luar Biasa, yang kami harapkan SLB itu merupakan wadah pendidikan yang didisain untuk mempersiapkan anak secara dini agar anak yang mampu secara kemampuan berpikir untuk bisa sekolah di sekolah umum/inklusi. Jika SLB itu merupakan sekolah yang mengajarkan melalui verbal, maka ajarkanlah abk berbahasa menggunakan bahasa verbal yang baik dari sisi pengucapan atau bahasa ujarannya, kosa katanya sehingga kemampuan anak untuk dapat mengembangkan bahasanya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam lingkungan sekolah. Jadi ucapan anak tidak hanya bisa dimengerti oleh guru ataupun orang tua, tetapi oleh semua pihak. Dan untuk SLB yang menggunakan isyarat, karena tidak semua anak tunarungu bisa berbicara dan mengeluarkan suara. Bisa menempatkan guru pendamping sebagai interpreteur di sekolah umum untuk mempermudah abk mengikuti pelajaran.

Untuk sekolah umum, bukankah program inklusi sudah cukup lama diteriakkan oleh pemerintah. Bahkan iklannya sudah gencar di berbagai media massa. Persiapkanlah sekolah untuk benar2 bisa mendidik abk tanpa setengah-setengah. Kami pernah mendapat info tentang sd umum yang menerima abk dan tertera adanya guru plb disana, tapi kenyataan yang ada di lapangan. Sekolah2 itu mengatakan bahwa tidak ada guru2 plb. Jika kami ingin menyekolahkan abk, kami yang harus menyediakan guru pendamping sendiri. Sebenarnya banyak sekolah swasta yang memang bisa inklusi dan menyediakan guru pendamping. Tapi sudah jelas pasti memerlukan biaya yang besar untuk sekolah disini. Apakah sekolah inklusi hanya untuk orang yang mampu? bagaimana dengan abk yang cerdas tapi tidak punya biaya?

Keadaan seperti ini yang akhirnya memuncylkan ide bagi orang tua untuk membuat sekolah sendiri sesuai dengan kriteria sendiri. Tetapi apakah semua terselesaikan dengan membuat sekolah sendiri. Akan banyak sekolah tetapi mutu yang ada tidaklah bagus. Apa tidak lebih baik jika sekolah yang ada ditingkatkan kembali mutunya. Dan disesuaikan dengan perkembangan jaman yang bisa menerima abk seutuhnya. Dan bisa menangani abkdengan sebaiknya. Bagaimanapun juga mereka bukan orang no 2, tetapi mereka hanya sebagian dari manusia yang memang diberikan keistimewaan dari Allah SWT.

Explore posts in the same categories: tulisan ringan

7 Comments on “Sekolah Idaman”

  1. Noch Says:

    aduh Oza… selamat ya cari sekolah dan dapat sekolah yang OK…, Om cuma bisa berdoa moga bermanfaat..

    Eh Iya Oza… Maunya sih berbagi, sekarang teman2 di Bali(denpasar) udah dapat Agree Lho tentang FM-nya (dari Om Manfred Bose ABDI), itu lho alat yang OK banget untuk kalian dalam membantu proses beljar setelah ada ABD…
    Moga2 kita dapat 20 Paket untuk 4 kelas kita di Swara-swari… entar kalo ada yang sisa, Om pinjemin ya….

    Untuk mbak nana…
    cerita pendidikan anak2 ini sungguh butuh hayalan dan kerja yang sepadan…
    yang tidak mungin menjadi mungkin…

    Anak2 sampean yang disini (Bali gitu lho) sekarang udah diititp kesekolah normal, Oza dan Mama khan Ingat.. Gus Ari, Nita, Charma, Julia Mardiana, mayumi masuk SD(dicoba Normal Bok) … IB Oka, Anom, Tu De masuk TK Normal…rara otomatis Tk Normal… yang lain lisa, nanda, dani,dian, restu, rico, ginnan, anom Jimbaran, fitriyah, Komang Sedana masih extend program khusus pagi hari. Swara-swari.. moga2 yang terkahir tahun depan bisa naik pangkat ke sekolah normal (khan udah ada FM)

    lain itu banyak hal aneh lucu…keharuan…kesedihan…mewarnai Swara-swari Institute..
    haru meliht anak-anak udah ada perkembangan yang lbih banyak….
    sedih untuk sekolahan…. karena bayarnya bulanan dipending oleh Ibu-Ibu… eh ternyata ibu-ibu ngedhului yang anak lainnya yang cari sekolahan…gak apa2…
    lucu, ibu plus anak g’ mau libur seolahnya kemarin…khan liburan…mereka ga’ mau si kecil ngadat lagi… udah jalan gitu…tapi yang klenger ya kita-kita inang pengasuhnya…
    pengn ngisi blok swara-swari tapi aduh selalu gagal….

    CATATAN HARI INI…

    TERNYATA UNTUK KITA, INDONESIA, BELAJAR BARENG2 LEBIH EFISIEN DAN EFEKTIF HASILNYA, masa bodo mau pake AVT atan NAO… secara individual mereka pada banyak delaynya… moga2 kita kuat… salam HABILITASI


  2. salam hangat dari bunda dan balqiz,… waaa senangnya ada teman di dunia maya ini. url-nya saya link ya?

    saya bundanya balqiz, seorang anak cantik berusia (hampir) 3 tahun penyandang tunanetra, saat ini sudah sekolah di SLB rawinala, jakarta.

    buat oca, selamat bersekolah. semangat ya.

  3. Jefry Says:

    Tolong untk lbh rincinya lg dbuat kn n ditmplkn struktur n nama staff n guru di rawinala nya biar km bs ngthui scra rinci dan lengkap,makasih bnyk.

  4. MAYANG Says:

    WADUUUHH BARU AJA TADI SYA BERKUNJUNG KE SKOL RAWINALA N BERTEMU SAMA ANAK CANTIK YANG NAMANYA BALQISH……….

  5. unting Says:

    salam kenal kemawon bu….

  6. lornacabrina Says:

    salam kenal dan senengnya dapat sekolah

  7. mama kinkin Says:

    salam kenal,
    roza sekolah dimana sih? kalo di Yogya, adakah sekolah khusus tuna rungu yang memberikan auditory verbal therapy dan wicara?

    terima kasih


Comment: