Terima kasih IBU
Tidak perlu waktu khusus untuk mengucapkan terima kasih kepada ibu, walaupun telah ada tanggal 22 Desember sebagai hari ibu. Seringkali kita malah lupa atau mungkin melupakan untuk mengucapkan “terima kasih ibu”. Kata-kata sederhana tapi memiliki makna yang dalam akan apa yang telah ibu lakukan selama ini.
Beberapa tahun yang lalu, Desember 2002 saat pertamakali Roza di diagnosa mengalami gangguan pendengaran. Sulit sekali mencari tulisan tentang habilitasi anak tuna rungu. Alhamdulillah sekarang tidak lagi. Banyak sudah ibu yang menuliskan kisah dan pengalaman mereka, terima kasih ibu. Beberapa blog sempat di baca dan isinya pun bagus sekali memacu kita menjadi optimis dalam mendidik dan membesarkan anak-anak spesial yang dimiliki. Ibu Yefvie yang secara rinci menuliskan tentang terapi auditory dan habilitasi, ibu Audi yang bercerita secara tiba-tiba Falisha kehilangan pendengarannya, serta perjuangan beliau hingga Falisha di implan, ibu Ariesta dengan Lala yang sudah mulai bisa membaca serta masih ada lagi yang lain. Tanpa memikirkan berapa besar bayaran yang mereka peroleh dengan tulisan-tulisan yang di buat, mereka mau berbagi dengan kita semua. Bisa dibayangkan betapa senang hati melihat perkembangan anak-anak mereka. Rasa takjub dan tak percaya saat si kecil mengucapkan kata “ibu”, satu kata yang mudah bagi anak normal. Tapi perlu proses yang panjang untuk anak tuna rungu.
Pengabdian ibu tak pernah putus selama di beri kesempatan dan kekuatan dari Allah SWT untuk mendidik dan membesarkan anaknya. Tak heran jika dikatakan bahwa surga ada di telapak kaki ibu. Ada Galuh, seorang tuna rungu yang berhasil menyelesaikan s1 psikologi UGMnya dan sekarang mendapat beasiswa s2 sign linguistic di Australia dari depkominfo dan aktif di LSM Matahariku. Amanda, seorang foto model yang berjuang di dalam ketidak yakinan teman-temannya bahwa dia bisa menjadi seorang model, serta banyak anak tuna rungu lainnya yang tidak terekspose oleh media. Mereka mengatakan dengan dukungan ibu dan ibulah yang terus meyakinkan kalau mereka mampu meraih apa yang di cita-citakan walaupun dengan kekurangannya banyak orang meragukan.
Terbuktilah Hadist Rasulullah SAW beberapa ratus tahun yang lalu, ada yang bertanya kepada Rasulullah ” ya Rasulullah, siapakah yang harus saya hormati, Rasulullah menjawab ” IBUMU”. Hingga tiga pertanyaan yang sama selalu dijawab “IBUMU”, kemudian ayahmu”. Betapa tinggi arti seorang ibu, tidak ada seorang ibupun yang akan membuat anaknya menderita.
Terima kasih ibu, Selamat berjuang.
Januari 18, 2008 at 7:08 am
Terima kasih ibu. Senang sekali bisa berbagi dan bercerita dengan Ibu Nana & Rosa. Skrg Rosa umur berapa Bu? Ibu bisa juga mampir ke link http://icanhear.multiply.com ada cerita ttg seorang anak tuna rungu yg berprestasi. Saya belum pernah bertemu tapi saya pernah mendengar rekaman suaranya. Bicaranya sangat jelas, layaknya tidak ada gangguan pendengaran. Namanya Shafa, umur 16th. Atau lgsg ke blog-nya di http://shafahk.multiply.com/