Materi yang disampaikan oleh Sr. Antonie Ardatin pada pelatihan peningkatan guru SLB di Universitas Sanata Dharma tanggal 18 oktober 2010.
MMR atau metode materna Refleksi yaitu metode yang merefleksikan bahasa ibu kepada anak gangguan dengar. Pada saat bayi, anak belajar bahasa dari ibu dimana dia belajar melalui mengamati, mendengar hingga bisa meniru apa yang ibunya katakan setiap hari dan berulang-ulang. Misalnya pada saat bayi menangis ibu akan mencari tahu penyebab tangisannya. ketika di periksa ternyata mengompol, ibu akan berkata “oo kamu mengompol ayao ganti popok” disitulah bayi akan merefleksikan berarti kalau popok saya basah artinya mengompol. Pada saat mengoceh dia mengeluarkan suara mamamama, babababa, papappapa. pada saat dia mengcap mammama, sang ibu selalu datang akhirnya bayi itu berpikir ooo itu mama. Begitulah seterusnya cara belajar bayi untuk mereflksikan bahasa ibunya.
Disini dibahas juaga tentang kapan menjadi tuli
- Tunarungu prae-lingual jika anak mengalami gangguan dengar dari usia 0,0 hingga 1,6 bulan. Disini anak sama sekali tidak mengenal bahasa karena tidak mendengar apa yang disampaikan orang disekelilingnya
- Tunarungu in-lingual jika anak mengalami gangguan dengar dari usia 1,6 bulan hingga 4 tahun. Anak sudah mulai belajar berbahasa walaupun dengan jumlah kosakata yang masih belum banyak
- Tunarungu post-lingual jika anak mengalami gangguan dengar setelah umur 4 tahun. Anak sudah banyak memiliki kosa kata dan sudah bisa berbicara dengan baik.
Pada anak gangguan dengar prae dan in-lingual dilakukan terapi bahasa dan terapi wicara. Pada terapi bahasa dilakukan percakapan yang bebas yaitu dimana materi yang akan dibahas spontan dari anak-anak tinggal ortu dan guru yang melengkapinya, pada suasana yang tidak formal, terbuka dan ramah. Jadi ketikanaka belajar bukan pada kondisi tegang ataupun tertekan, anak merasa nyaman senang dalam proses belajar berlangsung. Dibantu dengan alat peraga dan contoh yang mudah dipahami anak.
Bahasa dipelajari dalam situasi percakapan
- Seperti percakapan ibu/ayah dengan bayi
- Inisiatif anak mendapat tempat utama
- Termotivasi bercakap terus karena ada tanggapan
- Dibimbing oleh naluri
Sikap wicara dalam percakapan
- Saling mendengarkan dimana antara anak dan ortu atau guru saling bergantian bergantian dalam berbicara
- Timbal balik terjadi komunikasi dua arah tanpa instruksi dari guru atau ortu
- Santai-terbuka-ramah, bercakap dengan perasaan senang sehingga materi percakapan yang didapat mudah diingat anak
- Tatap wajah
memanfaatkan saat yang tepat selama proses belajar bahasa
- Sesuai dengan minat dan kebutuhan anak
- membahasakan peristiwa/kejadian
- membahasakan perasaan
- menperkembangkan bahasa-budaya
- memperkembangkan pengetahuan
Jika uangkapan yang dipelajari tidak jelas dapat mempergunakan alat bantu atau peraga
- Membuat gambar
- Menuliskan
- Memperagakan
- Melihat ke tempat kejadian
Pengajaran dapat juga dengan menggunakan bahan bacaan, anak-anak membaca secara teknis sesuai dengan kelompok kata, titik dan koma dengan ucapan yang benar serta membaca sejati, membaca dalam hati untuk memahami isi dari bacaannya. Dilanjutkan dengan mempercakapkan isi bacaan untuk mengetahui apakah anak-anak memahami isi bacaan. Apakah anak-anak dapat memahami kata baru melalui konteks-tanpa penjelasan guru. Penerapan latihan bagi muris untuk menerapkan istilah, kata baru atau pengetahuan baru yang baru saja diperolehnya dalam konteks yang berbeda.
Mengembangkan percakapan menjadi bacaan dengan cara
- memikirkan alternatif pengembangan, mau dibawa kemana percakapan yang dilakukan
- Ke arah IPS, IPA, Perluasan Bahasa, Budaya/pranata sosial ?
- Menyusun bacaan tersebut no. 2 dengan mengembangkan penggunaan kosa kata baru.
Percakapan reflektif linguitis dalam bentuk
- Morfem, adalah satuan bentuk terkecil dalam sebuah bahasa yang masih memiliki arti dan tidak bisa dibagi menjadi satuan yang lebih kecil lagi.
- Sintaksis merupakan tata bahasa yang membahas hubungan antarkata dalam tuturan. Sama halnya dengan morfologi, akan tetapi morfologi menyangkut struktur gramatikal di dalam kata.
Unsur bahasa yang termasuk di dalam sintaksis adalah frase, kalusa,dan kalimat
Tuturan dalam hal ini menyangkut apa yang dituturkan orang dalam bentuk kalimat. Kalimat merupakan satuan atau deretan kata-kata yang memiliki intonasi tertentu sebagai pemarkah keseluruhannya dan secara ortografi biasanya diakhiri tanda titik atau tanda akhir lain yang sesuai.
- Wicara, tuturan, atau ujaran (bahasa Inggris: speech) adalah bentuk komunikasi lisan manusia yang didasarkan pada kombinasi sintaksis leksikon dan nama yang diambil dari sejumlah besar kosakata (biasanya lebih dari 10.000 kata)
- membaca bibir
- menulis dengan benar
Komentar Terakhir